Skip to main content

Posts

Aku yang menunggui mendungMu

1.34 AM Aku seperti seorang yang larut dalam muram durja ketika mendung memberi harap untuk segera menurunkan hujan. Yaa aku menunggunya hingga setiap detak jantung setiap detak jam pun ikut berotasi secepat mungkin (rasanya). Bahagia ??? iyaa,, itu yang aku rasakan saat perlahan aku yang merindukan hujan menatap mendung di langit yang perlahan hitam membawa awan berarak. Terus berdo'a pada tuhan agar kali ini mendung itu benar-benar memecah kawanan itu menjadi rintik-rintik air hujan. Dengan secara tak sadar aku adalah wanita yang sangat mencintai gerimis hujan. Tak pernah terbersit sebuah kebodohan bahwa setiap mendung bukanlah pertanda pasti hujan selebat mungkin akan segera turun. Bodohnya aku kala itu. Terdiam, lama aku menunggui mendung dalam diamku. Analogi yang setengah mati aku pikirkan agar kelak setiap kata memiliki makna tersirat. Tuhan berkehendak lain. Seketika senyumku berubah menjadi guratan kesedihan, menjadi sebuah kekecewaan yang tak bisa aku lukiskan. Aku mem...

Mama, ananda rindu ({})

Mama. . . Putri kecilmu sudah beranjak dewasa Senandung pengantar tidurpun tak lagi bisa ku dengar ma Mama. . . Putri kecilmu menuju pengalamanmu satu persatu Menyelami setiap detail kehidupan yang tak menentu ini Ma, kali ini anakmu menangis lagi. Bukan karena rindu akan sakitnya kau cubit bukan karena setiap saat mengeluh ketika mendengar omelanmu bukan juga karena aku terjatuh ketika bermain sepeda dan bukan juga karena aku kecewa tidak juara kelas seperti SD dulu ma. Ma, kali ini anakmu menangis. Untuk kerasnya hidup, untuk uraian nasehat-nasehatmu yang dulu sering aku abaikan dan kini semua nasehat itu sangat aku butuhkan. Ma, kali ini aku terjatuh lagi namun bukan karena bermain sepeda tapi aku jatuh dalam sebuah kesalahan ma. Aku hanyut dalam arus sungai yang harusnya bisa aku arungi. Ma, kali ini aku benar-benar rindu pelukanmu aku benar-benar rindu ketika tanganmu yang perlahan mulai kasar itu menghapus airmataku kemudian mendekapku dan berkata, ''anak mama g...

Senandung Rindu (WH)

Ada yang tak bisa aku sembunyikan, ada yang tak bisa aku pendam Semua seperti bom waktu yang siap meledak kapan saja Aku tak menyadari sejauh ini rasaku tertanam untukmu Hingga disaat aku jauh darimu perlahan rindu itu memberontak Menenggelamkanku dalam mimpiku tentangmu Berharap tuhan mendengar, menjamah, dan segera mempertemukan hati kita Terkadang jarak seperti menjadi masalah Namun aku harus berbesar hati karenanya, karena jarak inilah yang terus menguatkanku Terimakasih sayang, hingga hari ini masih berdiri disampingku Masih setia menggenggam tanganku Masih memelukku dalam rindu dan masih mempercayai hatimu padaku Percayalah, yang terbaik itu bukan karena aku ataupun kamu Tapi karena kita~

Dear My Blog

Wanita itu diciptakan Tuhan untuk mendampingimu bukan untuk kau bentak dengan alasan apapun itu. Apakah kau pernah tahu bagaimana lemahnya hati seorang wanita ??? pernahkan kau lihat butir-butir bening mengalir diantara kedua mata wanita yang kau cintai, pernahkah ???? sekiranya pernah, tak akan sekalipun kau membuat wanitamu sedih atau bahkan menangis. Wanita menangis bukan karena dia tak cukup bijaksana menerima apabila nyatanya dia salah. Wanita menangis karena dia sadar hatinya lemah bahkan untuk bersikap tegar dihadapan orang-orang yang dia cintaipun tak bisa lagi dilakukannya. Wanita menangis karena dia sadar hanya Tuhan yang mengerti seberapa kuatnya dia menahan tangis ketika dalam keramaian sehingga ketika kening itu bersujud diatas sajadah airmata itu akhirnya tertumpah menemani setiap alunan nada dalam do'a. Wanita, makhluk tuhan yang tak akan luput dari sisi lemahnya yaitu menangis. Setegar apapun dia, jika akhirnya orang yang dia cintailah yang membuatnya bersedih airm...

Pro Rakyat 'kata simpatisannya' ????

Aku berhenti melawan lupa jenderal ! Aku berhenti menepis gundah jenderal ! Aku berhenti kali ini, kali ini saja dalam sembah sujud baktiku untuk negeri yang kau perjuangkan dulu. Sejenak jenderal, sejenak aku termangu dalam kepengapan pertiwi ini, aku menunggu fajar menyingsing jenderal, ku tunggu diatas sayup-sayup pilu rintihan rakyat yang bertapa dalam kelaparan, rakyat yang masih saja ternganga dalam sayatan luka. Jenderal, mereka seharusnya tak lupa ! Mereka seharusnya tidak berpura-pura amnesia atas sejarah. Mereka seharusnya tidak mendadak bisu saat ini jenderal, tidak. Mereka harus ingat, mereka harus tahu bagaimana rezim itu jatuh ditangan mahasiswa negara ini. Gugur satu tumbuh seribu, mungkin itu yang akan menjadi makna tersirat nantinya ketika lantunan syair Idris Sardi itu perlahan menyadari gerak bangsa dalam perubahannya. Berubah ataukah sengaja kembali ke masa lalu ??? Sejarah yang mereka lupakan akan kembali hadir di sini, negeriku tercinta. Mereka tidak pernah...

Nada-nada sumbang anak bangsa

Mereka bukan tak punya alasan untuk berteriak ! Mereka bukan tak punya alasan untuk berorasi menghujat pemerintah, menghujat parlemen, menghujat penguasa, menghujat mereka yang perlahan mencekik leher rakyat diawal pemerintahannya. Mereka dengan almamaternya, mereka dengan kubu-kubu terkuatnya. Mereka juga rakyat yang tak ingin dibodohi oleh bangsanya yang disebut Indonesia ini. Hari bagi mereka adalah malam yang tak akan menyingsingkan fajar. Mereka adalah suara-suara sumbang jelata yang tak akan habis dibakar zaman, mereka adalah penerus bangsa, mereka pemilik sampah yang terbakar itu kawan. Ketika perjalanan Sang Raja masih memerah diatas bumi Indonesia ini dia dihujat, dia dihujam bebatuan neraka yang tak lagi oleh burung ababil, mereka dihujani bebatuan neraka oleh mereka yang beralmamater yang biasa dipanggil oleh dunia sebagai MAHASISWA. HIDUP MAHASISWA ! Berhentilah men-judge mereka terlalu banyak omong, berhentilah berpikir bahwa mereka sampah demokrasi. Mereka perpanjang...

Seberapa salahkah ???

Ketika tak ada lagi tempat berbagi selain kepada tuhan mungkin ini adalah pelarian semu yang sama sekali tak memberi solusi. Tak memberi masukan bahkan sama sekali tak akan menghibur kita disaat kita sedih ataupun itu disaat kita merasa terabaikan. Entahlah salah ataupun itu benar mungkin ada kalanya kita harus meminta ma'af terlebih dahulu, namun haruskah dengan membiarkan keadaan berlarut-larut dan mengabaikannya begitu saja ??? Layaknya perempuan lain, layaknya kaum hawa yang lain. Aku adalah sosok yang tak akan pernah lepas dari rasa takut. Takut untuk kau tinggalkan, takut selalu seperti kau abaikan dan takut tak lagi sanggup membuatmu nyaman bersamaku. Ketakutan yang tak akan luput dari mereka kaum hawa yang terikat rasa dalam hatinya. Ketika berharap do'a dalam sembah sujud pada tuhan segera dijamah, kala itu pula segenap ingin dan segudang kerinduan mulai tertata utuh dan rapi memenuhi setiap bilik rindu yang sempat runyam bahkan kusam setelah ku tinggal pergi dalam ...