Ketika tak ada lagi tempat berbagi selain kepada tuhan mungkin ini adalah pelarian semu yang sama sekali tak memberi solusi. Tak memberi masukan bahkan sama sekali tak akan menghibur kita disaat kita sedih ataupun itu disaat kita merasa terabaikan. Entahlah salah ataupun itu benar mungkin ada kalanya kita harus meminta ma'af terlebih dahulu, namun haruskah dengan membiarkan keadaan berlarut-larut dan mengabaikannya begitu saja ???
Layaknya perempuan lain, layaknya kaum hawa yang lain. Aku adalah sosok yang tak akan pernah lepas dari rasa takut. Takut untuk kau tinggalkan, takut selalu seperti kau abaikan dan takut tak lagi sanggup membuatmu nyaman bersamaku. Ketakutan yang tak akan luput dari mereka kaum hawa yang terikat rasa dalam hatinya. Ketika berharap do'a dalam sembah sujud pada tuhan segera dijamah, kala itu pula segenap ingin dan segudang kerinduan mulai tertata utuh dan rapi memenuhi setiap bilik rindu yang sempat runyam bahkan kusam setelah ku tinggal pergi dalam ketidaknyamanan ini. Apa yang salah dalam lisan ini, tuhan ??? apa yang salah dalam tingkah ini ??? (lagi) dan lagi aku bertanya untuk setiap celah salah yang tak aku perbuat sama sekali.
Mengenalnya bukan kali ini, mengenalnya bukan beberapa hari yang telah berlalu dan juga bukan satu waktu yang lewat kala itu. Mengenalnya cukup lama mampu membuatku tahu kebiasaannya. Terlalu hafal kebiasaannya bahkan untuk hal seperti ini sekalipun tuhan. Apakah sudah tak lagi ada keterbukaan yang Kau miliki untuk mengembalikan kebersamaan ini Robb ??? Sudah tak adakah jalanMu lagi untuk kembali menetralisir keadaan ini ??? Berjuta mimpi itu tak akan semu, mimpi itu harus aku perjuangkan. Tapi. . .
Bisakah sebuah kejujuran itu dihargai ohh Pemilik Rasa ???
Tak adakah yang mengerti bahwa rasa takut itu terus bersemayam dalam jiwa ini selama kaki terus melangkah dalam gelisah, selama nafas terus berhembus dalam kesenjangan ini ??? Berharap tuhan mampu mengijabah setiap do'a yang tulus dari hati, memberikan jawaban terbaik atas kegelisahan dan ketakutan yang berlebihan ini hingga perjalanan ini kembali seperti adanya dan bahkan lebih baik.
Aku menyayanginya, kembalikan bahagia itu tuhan T_T
Layaknya perempuan lain, layaknya kaum hawa yang lain. Aku adalah sosok yang tak akan pernah lepas dari rasa takut. Takut untuk kau tinggalkan, takut selalu seperti kau abaikan dan takut tak lagi sanggup membuatmu nyaman bersamaku. Ketakutan yang tak akan luput dari mereka kaum hawa yang terikat rasa dalam hatinya. Ketika berharap do'a dalam sembah sujud pada tuhan segera dijamah, kala itu pula segenap ingin dan segudang kerinduan mulai tertata utuh dan rapi memenuhi setiap bilik rindu yang sempat runyam bahkan kusam setelah ku tinggal pergi dalam ketidaknyamanan ini. Apa yang salah dalam lisan ini, tuhan ??? apa yang salah dalam tingkah ini ??? (lagi) dan lagi aku bertanya untuk setiap celah salah yang tak aku perbuat sama sekali.
Mengenalnya bukan kali ini, mengenalnya bukan beberapa hari yang telah berlalu dan juga bukan satu waktu yang lewat kala itu. Mengenalnya cukup lama mampu membuatku tahu kebiasaannya. Terlalu hafal kebiasaannya bahkan untuk hal seperti ini sekalipun tuhan. Apakah sudah tak lagi ada keterbukaan yang Kau miliki untuk mengembalikan kebersamaan ini Robb ??? Sudah tak adakah jalanMu lagi untuk kembali menetralisir keadaan ini ??? Berjuta mimpi itu tak akan semu, mimpi itu harus aku perjuangkan. Tapi. . .
Bisakah sebuah kejujuran itu dihargai ohh Pemilik Rasa ???
Tak adakah yang mengerti bahwa rasa takut itu terus bersemayam dalam jiwa ini selama kaki terus melangkah dalam gelisah, selama nafas terus berhembus dalam kesenjangan ini ??? Berharap tuhan mampu mengijabah setiap do'a yang tulus dari hati, memberikan jawaban terbaik atas kegelisahan dan ketakutan yang berlebihan ini hingga perjalanan ini kembali seperti adanya dan bahkan lebih baik.
Aku menyayanginya, kembalikan bahagia itu tuhan T_T
Comments
Post a Comment