Skip to main content

Posts

Untuk kemudian bebas berekspressi

Niat hati telah berhasil membawa langkah kaki menuju tempat yang jauh. Kemudian sejenak mengambil fase istirahat dan mengabadikan moment yang nyatanya tak akan kita temui persis sama lagi dilain waktu. See you again perjalanan indah :D I will telling again about our story here sometimes. Karena kita bebas berekspressi diatas rasa lelah (apalagi). On survey pengembaraan orientasi tamu racana 2014 with Kak Jamal, Arif, Wahyu, Andre, Mardhi, Dona and Me. Tetap semangat berorganisasi, tetap semangat meraih prestasi. 

Happy 1st Anniversary Beloved {}

Untuk hari yang terus ku tunggu dan kemudian ketika hari itu datang semua terabaikan begitu saja. Kesibukan, pekerjaan, bermacam tugas atau mungkin kehidupan lain masing-masing kita ternyata belum bisa kita kesampingkan untuk sekedar beristirahat walau hanya dalam hitungan menit. Kecewa ??? ada. Sedih ??? ada. Berkecil hati ??? iya. Aku tahu kita bukan anak kecil yang harus bersama setiap saat, kita bukan anak kecil yang harus mengingat setiap momen berharga diantara kita dan kemudian merayakannya, bukan ! Kita memang bukan anak kecil lagi. Hingga setiap kepingan rasa ketiadaan anak kecil itulah yang mampu membuatku berkecil hati. Aku tahu dengan semua kesibukanmu, aku tidak pernah menyalahkannya, tidak ! Aku tahu tentang letihmu pulang kerja, aku pun sangat tahu kamu butuh istirahat. Semua keseharianmu aku tahu, yang. Setiap keseharianmu aku hafal. Untuk hari ini aku benar-benar tidak ingin mengingat semua kesibukan kita. Aku benci semua kesibukan apapun itu. Aku benci kesibukanmu. ...

Go break my memory !

''It's been a long day without you my friend And i'll tell you about it when i see you again we've come a long way from where we began Oh i'll tell you about it when i see you again When i see you again'' Sepenggal lirik yang kemudian kembali mengobrak-abrik perasaan yang sudah tak menentu ketika aku kembali mengingat kalian. Langkah kaki yang kini berjauhan, kepalan tangan yang tak lagi sekuat dulu, teriakan yang tak lagi bisa memecah hening malam, dan kemudian ku ketahui ternyata masa itu telah lama tak lagi terjamah. It's been a long day without you my friend (ini sudah lama tanpamu teman). Mungkin iya, sangat dan sangat lama sudah tertinggalkan. Dan ketika nanti kita kembali dipertemukan maka kelak semua akan kembali diceritakan. Seonggok rindu yang tertinggal disini akan kembali mencari kawanannya. When i see you again~ (Nella Leonarita A)

Bisikan untuk seseorang beralmamater hijau di negeriku tercinta (Bumi Andalas)

Ketika mulai malas berorasi, ketika hati hanya mampu menghujat sudahkah anda tanyakan pada sanubari anda seberapa tinggikah seberapa lebih hebatkah anda dibandingkan dgn ribuan jelata beralmamater yang telah turun ke jalan itu ??? jika akhirnya ternyata poin anda untuk itu sangat tinggi mungkin saja itu wajar keluar dari mulut suci anda sekalian. Namun, jika nyatanya poin anda atas hujatan anda, atas hinaan anda, cacian anda adalah NOL BESAR tak pernahkah anda pikirkan bangsa yang besar ini, bangsa yang kaya ini malu memiliki minoritas ANEH layaknya anda ! Saya ??? yaa saya malu pernah membaca postingan anda, saya malu pada negeri yang telah membesarkan anda ini ! saya malu pada pertiwi yang diatasnya pernah terngiang tangismu ketika kau lahir dari rahim pribuminya. Bukan harus terus menyalahkan mereka kawan ! Bukan ! Setidaknya hargai niat mereka, hargai keinginan mereka untuk kembali membawa pertiwi memerdekakan pribadi bangsa seutuhnya. Dengan hujatanmu, dengan cacianmu, tidakkah ...

Aku yang menunggui mendungMu

1.34 AM Aku seperti seorang yang larut dalam muram durja ketika mendung memberi harap untuk segera menurunkan hujan. Yaa aku menunggunya hingga setiap detak jantung setiap detak jam pun ikut berotasi secepat mungkin (rasanya). Bahagia ??? iyaa,, itu yang aku rasakan saat perlahan aku yang merindukan hujan menatap mendung di langit yang perlahan hitam membawa awan berarak. Terus berdo'a pada tuhan agar kali ini mendung itu benar-benar memecah kawanan itu menjadi rintik-rintik air hujan. Dengan secara tak sadar aku adalah wanita yang sangat mencintai gerimis hujan. Tak pernah terbersit sebuah kebodohan bahwa setiap mendung bukanlah pertanda pasti hujan selebat mungkin akan segera turun. Bodohnya aku kala itu. Terdiam, lama aku menunggui mendung dalam diamku. Analogi yang setengah mati aku pikirkan agar kelak setiap kata memiliki makna tersirat. Tuhan berkehendak lain. Seketika senyumku berubah menjadi guratan kesedihan, menjadi sebuah kekecewaan yang tak bisa aku lukiskan. Aku mem...

Mama, ananda rindu ({})

Mama. . . Putri kecilmu sudah beranjak dewasa Senandung pengantar tidurpun tak lagi bisa ku dengar ma Mama. . . Putri kecilmu menuju pengalamanmu satu persatu Menyelami setiap detail kehidupan yang tak menentu ini Ma, kali ini anakmu menangis lagi. Bukan karena rindu akan sakitnya kau cubit bukan karena setiap saat mengeluh ketika mendengar omelanmu bukan juga karena aku terjatuh ketika bermain sepeda dan bukan juga karena aku kecewa tidak juara kelas seperti SD dulu ma. Ma, kali ini anakmu menangis. Untuk kerasnya hidup, untuk uraian nasehat-nasehatmu yang dulu sering aku abaikan dan kini semua nasehat itu sangat aku butuhkan. Ma, kali ini aku terjatuh lagi namun bukan karena bermain sepeda tapi aku jatuh dalam sebuah kesalahan ma. Aku hanyut dalam arus sungai yang harusnya bisa aku arungi. Ma, kali ini aku benar-benar rindu pelukanmu aku benar-benar rindu ketika tanganmu yang perlahan mulai kasar itu menghapus airmataku kemudian mendekapku dan berkata, ''anak mama g...

Senandung Rindu (WH)

Ada yang tak bisa aku sembunyikan, ada yang tak bisa aku pendam Semua seperti bom waktu yang siap meledak kapan saja Aku tak menyadari sejauh ini rasaku tertanam untukmu Hingga disaat aku jauh darimu perlahan rindu itu memberontak Menenggelamkanku dalam mimpiku tentangmu Berharap tuhan mendengar, menjamah, dan segera mempertemukan hati kita Terkadang jarak seperti menjadi masalah Namun aku harus berbesar hati karenanya, karena jarak inilah yang terus menguatkanku Terimakasih sayang, hingga hari ini masih berdiri disampingku Masih setia menggenggam tanganku Masih memelukku dalam rindu dan masih mempercayai hatimu padaku Percayalah, yang terbaik itu bukan karena aku ataupun kamu Tapi karena kita~