Ketika mulai malas berorasi, ketika hati hanya mampu menghujat sudahkah anda tanyakan pada sanubari anda seberapa tinggikah seberapa lebih hebatkah anda dibandingkan dgn ribuan jelata beralmamater yang telah turun ke jalan itu ??? jika akhirnya ternyata poin anda untuk itu sangat tinggi mungkin saja itu wajar keluar dari mulut suci anda sekalian. Namun, jika nyatanya poin anda atas hujatan anda, atas hinaan anda, cacian anda adalah NOL BESAR tak pernahkah anda pikirkan bangsa yang besar ini, bangsa yang kaya ini malu memiliki minoritas ANEH layaknya anda !
Saya ??? yaa saya malu pernah membaca postingan anda, saya malu pada negeri yang telah membesarkan anda ini ! saya malu pada pertiwi yang diatasnya pernah terngiang tangismu ketika kau lahir dari rahim pribuminya. Bukan harus terus menyalahkan mereka kawan ! Bukan ! Setidaknya hargai niat mereka, hargai keinginan mereka untuk kembali membawa pertiwi memerdekakan pribadi bangsa seutuhnya. Dengan hujatanmu, dengan cacianmu, tidakkah kau malu pada merah putihmu kawan ???
Andai reformasi terulang kembali, masihkah kau pangku tanganmu ?? masihkah kau tengadahkan kepalamu menghadap langit tuhan kemudian berujar, "ini sama sekali bukan urusan saya!" sampai kapan ?? sampai kapan kau terus memelihara egoismu untuk kemudian kau jadikan amunisi, kau jadikan doktrin kuat untuk mereka yang lemah ??? Kita penggerak, kita pendobrak dan kita adalah pemersatu bangsa ini. Kita lah yang selanjutnya harus membawa nama baik pertiwi ini kembali di mata dunia, ayoo lah teman sadari potensimu !
Sadarlah ketika saka mu memintamu untuk mempertahankannya. Karena akan tak ada guna jika akhirnya kau terlambat menyadari, ketika kau melihat saka mu dipangkuan pertiwi.
Saya ??? yaa saya malu pernah membaca postingan anda, saya malu pada negeri yang telah membesarkan anda ini ! saya malu pada pertiwi yang diatasnya pernah terngiang tangismu ketika kau lahir dari rahim pribuminya. Bukan harus terus menyalahkan mereka kawan ! Bukan ! Setidaknya hargai niat mereka, hargai keinginan mereka untuk kembali membawa pertiwi memerdekakan pribadi bangsa seutuhnya. Dengan hujatanmu, dengan cacianmu, tidakkah kau malu pada merah putihmu kawan ???
Andai reformasi terulang kembali, masihkah kau pangku tanganmu ?? masihkah kau tengadahkan kepalamu menghadap langit tuhan kemudian berujar, "ini sama sekali bukan urusan saya!" sampai kapan ?? sampai kapan kau terus memelihara egoismu untuk kemudian kau jadikan amunisi, kau jadikan doktrin kuat untuk mereka yang lemah ??? Kita penggerak, kita pendobrak dan kita adalah pemersatu bangsa ini. Kita lah yang selanjutnya harus membawa nama baik pertiwi ini kembali di mata dunia, ayoo lah teman sadari potensimu !
Sadarlah ketika saka mu memintamu untuk mempertahankannya. Karena akan tak ada guna jika akhirnya kau terlambat menyadari, ketika kau melihat saka mu dipangkuan pertiwi.
Comments
Post a Comment