Untuk hari yang terus ku tunggu dan kemudian ketika hari itu datang semua terabaikan begitu saja. Kesibukan, pekerjaan, bermacam tugas atau mungkin kehidupan lain masing-masing kita ternyata belum bisa kita kesampingkan untuk sekedar beristirahat walau hanya dalam hitungan menit. Kecewa ??? ada. Sedih ??? ada. Berkecil hati ??? iya. Aku tahu kita bukan anak kecil yang harus bersama setiap saat, kita bukan anak kecil yang harus mengingat setiap momen berharga diantara kita dan kemudian merayakannya, bukan ! Kita memang bukan anak kecil lagi.
Hingga setiap kepingan rasa ketiadaan anak kecil itulah yang mampu membuatku berkecil hati. Aku tahu dengan semua kesibukanmu, aku tidak pernah menyalahkannya, tidak ! Aku tahu tentang letihmu pulang kerja, aku pun sangat tahu kamu butuh istirahat. Semua keseharianmu aku tahu, yang. Setiap keseharianmu aku hafal. Untuk hari ini aku benar-benar tidak ingin mengingat semua kesibukan kita. Aku benci semua kesibukan apapun itu. Aku benci kesibukanmu. Aku benci kesibukanku. Untuk hari itupun enggan rasanya terus mengingat, sedih rasanya untuk menunggui hari yang tak berkesudahan ini. Aku tak merasakan hari itu datang meskipun pesan singkat itu benar aku kirimkan padamu. Aku tak merasakan hadirnya hari setahun yang lalu, yang telah menjadikan aku dan kamu dalam satu bentuk kata "kita". Intinya aku berkecil hati, bukan kecewa !
Happy 1st Anniversary seseorang dikejauhan sana. Seseorang yang la sayang, yang terus menunggu hati yang ia yakini akan segera kembali. Terimakasih sudah menjadi payung untuk berteduh ketika panas ataupun hujan. Terimakasih sudah menjadi pelipur lara ketika setiap permasalahan dalam hidup ini tak bisa ku arungi seorang diri. Terimakasih atas perjalanan yang masih seumur jagung ini. Terimakasih masih menungguiku berjalan ketika aku tak sanggup lagi berlari mengikuti langkah kakimu. Terimakasih masih menemuiku disela sibukmu ketika aku terus berucap aku rindu. Terimakasih sudah slalu menerima setiap kekuranganku. Singkat cerita, apapun yang terjadi itu adalah pelajaran berharga untuk kita kedepannya. Aku tetap mencintai semua kurangmu. Untukmu, makhluk tuhan yang sempurna di hatiku. Terimakasih untuk tetap hidup dalam hatiku, untuk terus ada dalam hatiku. Aku mencintaimu.
Hingga setiap kepingan rasa ketiadaan anak kecil itulah yang mampu membuatku berkecil hati. Aku tahu dengan semua kesibukanmu, aku tidak pernah menyalahkannya, tidak ! Aku tahu tentang letihmu pulang kerja, aku pun sangat tahu kamu butuh istirahat. Semua keseharianmu aku tahu, yang. Setiap keseharianmu aku hafal. Untuk hari ini aku benar-benar tidak ingin mengingat semua kesibukan kita. Aku benci semua kesibukan apapun itu. Aku benci kesibukanmu. Aku benci kesibukanku. Untuk hari itupun enggan rasanya terus mengingat, sedih rasanya untuk menunggui hari yang tak berkesudahan ini. Aku tak merasakan hari itu datang meskipun pesan singkat itu benar aku kirimkan padamu. Aku tak merasakan hadirnya hari setahun yang lalu, yang telah menjadikan aku dan kamu dalam satu bentuk kata "kita". Intinya aku berkecil hati, bukan kecewa !
Happy 1st Anniversary seseorang dikejauhan sana. Seseorang yang la sayang, yang terus menunggu hati yang ia yakini akan segera kembali. Terimakasih sudah menjadi payung untuk berteduh ketika panas ataupun hujan. Terimakasih sudah menjadi pelipur lara ketika setiap permasalahan dalam hidup ini tak bisa ku arungi seorang diri. Terimakasih atas perjalanan yang masih seumur jagung ini. Terimakasih masih menungguiku berjalan ketika aku tak sanggup lagi berlari mengikuti langkah kakimu. Terimakasih masih menemuiku disela sibukmu ketika aku terus berucap aku rindu. Terimakasih sudah slalu menerima setiap kekuranganku. Singkat cerita, apapun yang terjadi itu adalah pelajaran berharga untuk kita kedepannya. Aku tetap mencintai semua kurangmu. Untukmu, makhluk tuhan yang sempurna di hatiku. Terimakasih untuk tetap hidup dalam hatiku, untuk terus ada dalam hatiku. Aku mencintaimu.
Comments
Post a Comment