Skip to main content
Setiap perjalanan hidup memang ga mulus. Begitupun idup gue saat ini -_-
Miris memang saking ga punya tempat untuk bercerita gue lari ke blog.
Tapi itulah tipikal gue, slalu lari dari kenyatan dan menumpahkan semua masalah gue lewat tulisan. Gue memang bukan anak satra, sumpah bukan !
Tapi dari kecil gue hidup dgn sastra, mencintai bahkan menggilai sastra.
Sayangnya, waktu mw kuliah dulu gue ga ada dapat support sama sekali baik dari guru terdekat gue sampe orangtua gue. Dan akhirnya gue mbronjol di Teknologi Hasil Pertanian Universitas Andalas.
Gue juga mencintai sejarah, sempat pengen kuliah di UNIMED dulunya, tapi juga ga boleh :)
Ceritanya udah menyimpang nih, gue bercerita bahwa gue punya mimpi yang besar bahkan super.
Melebihi salam supernya Pak Mario Teguh :)
Gue pengen banget tepat waktu nyelesaiin S1 gue, biar Papa gue ga lamalama ngabisin duitnya buat masa depan gue yang gaje banget cara gue belajarnya. (jujur)
Setelah itu gue pengen banget bisa diterima kerja ditempat yg udah ngebesarin gue sama adik-adik gue itu. Tempat Orangtua gue kerja sekarang. Orang-orang disana udah jadi keluarga gue. Gue sayang sama mereka ({}) BigHug Big Fam :)
Do'ain yah gue bisa gantiin posisi Pakde gue disana, biar orangtua gue bangga punya anak kayak gue ini. NAMUN. . .
Perjalanan hidup memang ga mulus ya, spt opening words gue diatas. Gue terkendala masalah cinta guys. Gue lagi pengen fokus untuk masa depan gue karena gue tahu orangtua gue bercucuran keringat cari duit kerja buat gue. Tapi kenapaaa ????
Tuh wujud manusia ga ngerti-ngerti posisi gue ?? :(
Gue cuma pengen fokus, fokus dan fokus !
Fokus untuk Sarjana gue, Cita-cita gue, dan the last buat keinginan terbesar gue : ke Melbourne !
Mungkin orang bilang gue mimpi tapi gue yakin dgn usaha dan kegigihan gue, gue bisa kesana. Gue pengen beli mulut-mulut orang yang ngeremehin gue. Kita ga tahu kan ??? Gue yang sekarang belum tentu tetap jadi gue yg esok hari. Jika tuhan menerima proposal usaha dan do'a gue, mungkin gue beberapa tahun yang akan datang menjadi Nella yang disegani, dihormati, dihargai, dan dikenal mereka didunia.

Udah yee,, capek gue. Lain waktu kita lanjutin :)
Thank's before

Comments

Popular posts from this blog

PT Yayasan Tidar Kerinci Agung

Tidar Kerinci Agung (TKA) adalah perusahaan investasi dalam negeri yang didirikan pada bulan July 1984 oleh Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo. TKA berlokasi di dua propinsi dan tiga kawasan, yakni Sawah Lunto-Sijunjung, Solok, Sumatra Barat dan Tebo di propinsi Jambi. Sebagai pemegang hak pengelolaan dan pengoperasian area sebesar 28.000 hektar dalam kurun waktu 35 tahun, TKA telah mengembangkan sebuah perkebunan kelapa sawit seluas 16.048 hektar dan pabrik pengolahan minyak kelapa sawit serta fasilitas penunjangnya di area selebihnya. TKA mempekerjakan 547 staf permanen, termasuk staf senior, dan 4.923 pekerja harian, yang juga memiliki hak atas pembayaran tambahan sebagai insentif atas peningkatan produksi. Sebagai tambahan, perusahaan juga menyediakan perumahan kepada para pekerja di dalam area perkebunan, sekolah, klinik, rumah ibadah, fasilitas rekreasi dan olahraga serta koperasi bagi karyawan. Perkebunan TKA meliputi 5 bagian, mencakup area seluas 28.064 h...

About Secondhand Serenade

Biografi : Secondhand Serenade adalah sebuah band rock akustik Amerika , yang dipimpin oleh vokalis dan gitaris yang bernama John Vesely. Vesely telah merilis tiga album solo yang sampai sekarang dibawah nama Secondhand Serenade. Album pertama Awake, dirilis pada tahun 2007, A Twist on My Story pada tahun 2008 dan Hear Me Now pada tahun 2010. Album pertama Secondhand Serenade menggunakan rekaman multitrack untuk membuat suara dengan menggunakan teknologi, sedangkan album kedua mengambil cara yang berbeda yaitu dengan menggunakan sebuah musik yang tepat dan synthesizer untuk membentuk suara lebih sempurna. SEJARAH Pada tahun 2004 John Vesely membentuk Secondhand Serenade di kota di mana ia tinggal, Menlo Park, California, Amerika Serikat. Vesely dibesarkan di San Francisco Bay Area di keluarga musik dan sebagai anak dari seorang ayah musisi jazz professional sehingga menurutnya masuk ke dunia musik adalah hal yang biasa. Dia menghabiskan 8 tahun bermain bass di...

Ketika ternyata seseorang yang telah pergi adalah dia yang tengah mencoba memberikan arti baru tentang rindu

Terimakasih ketika ternyata yang dulunya selalu ada, yang dulunya selalu merangkul dan yang dulunya selalu membawa kedamaian memilih untuk pergi dan tak ingin berpamitan. Ketika ternyata yang pergi memilih berjalan sendiri. Sebagian orang mungkin saja tidak pernah menyadari adanya pertemuan mereka yang terakhir, waktu mereka terakhir kalinya. Untuk mereka yang telah pergi, ini begitu menyakitkan. Ini begitu memilukan ketika nyatanya dan lagi nyatanya ceritaku bukan harus berakhir seperti ini. Ketika kenyamananku buyar tiba-tiba. Ketika ternyata seseorang yang telah pergi adalah dia yang tengah mencoba memberikan arti baru tentang rindu . . . Terimakasih sudah pernah ada, sudah pernah memberi keteduhan, sudah pernah menenangkan dalam gundah hey kalian yang tak mungkin lagi kembali. Rindu yang baru kurasakan saat kehilangan itu akan menjadi bab baru dalam sebuah catatan harian. N.L