Skip to main content

Posts

1.433 KM IN LOVE

Banyak orang bilang Long Distance Relationship (LDR) itu sama aja kyk ga punya pacar. Punya pacar tapi ga bisa ketemu atau punya pacar cuma sekedar buat telpon atau chattingan. Betapa dangkalnya pemikiran ini, betapa sempitnya pemikiran ini. Bisa jadi pernyataan itu muncul dari hati-hati yang telah disakiti atau hati-hati yang sudah lama sendiri. Ketahuiah LDR tidak sekejam itu. LDR tak sesakit itu dan LDR tak serumit itu. Kali ini gue bakal bahas sedikit tentang jatuh bangun gue bertahan disaat LDR 1.433 KM.  Gue mahasiswa tua (iya kali tuaaa. . . . skripsi ga kelar-kelar) punya seorang pacar yang udah bareng gue selama 4 tahun 8 bulan sampe detik ini. Seterrrrniat itu gue ngitung-ngitung bulan (untung ga gue kerucutin jadi hari coba kaaan ?????) Jadi pas annive kita yang keempat gue malah harus antar do'i ke bandara karena do'i harus ikut pendidikan lagi buat naik jabatan. Sedih iya, marah iya, tapi tetap aja ada bahagianya. Bahagia karena gue bisa langsung bilang anniv...

( . . . . .)

Penghujung tahun kembali datang  .  .  .  . Sebenarnya tak ada yang salah dgn akhir tahun bahkan sama sekali tak ada yang janggal . Namun tetap saja merasa selalu disudutkan seperti aku lah manusia yang paling pantas disalahkan untuk segala hal yang terjadi dalam hidup seseorang . Jika nanti aku tak ada bisakah mereka yang terus menyudutkan aku memaafkanku ??? karena aku menjadi biang masalah dlm hidupnya . Ingin rasanya aku berhenti . Berhenti melakukan aktivitas berhenti melakukan kegiatan berhenti berpikir dan aku jg ingin berhenti bernafas . Tuhan bisakah kau jemput aku lebih dulu ??? Kota Padang , 09 November 2018 dalam keputusasaan seorang diri

Biar saja aku berlalu bersama senja yang mengikhlaskan matahari pergi berganti malam.

Aku ingin seperti kapas. Aku bisa terbang kemana angin ingin membawaku serta. Aku ingin menjadi pelangi yang hanya muncul setelah hujan disiang hari. Aku ingin menjadi air, mengalir bersama riak hingga ke laut. Aku hanya ingin menjadi apa yang ada dikhayalku saja. Seandainya Tuhan menitipkan kehidupan sekali lagi aku hanya ingin hidup sebagai anak kecil saja. Aku ingin tuhan cukupkan umurku pada beliaku. Andai aku terlahir kembali aku ingin menjadi apa yang ada dikhayalku. Bukan senja bila tak ikhlas membiarkan matahari tenggelam begitu saja. Pergi dan kembali dilembayung esok. Bukan pagi bila tak mau membiarkan malam berlalu digantikan matahari. Bisakah aku terlahir kembali saja tapi tidak sebagai aku saat ini ??  Bukankah keberadaan tubuh ini seperti tidak diinginkan ?? Lantas kenapa masih bertahan ??? Biarlah aku tenggelam bersama senja. Biar saja aku tak kembali. Aku hanya ingin pergi lebih dulu. Jika Tuhan beri aku kesempatan sekali lagi untukku, biarkan aku perg...

Catatan harian yang terlambat. . . .

Setelah setahun lamanya ingin menulis cerita itu disini.......... Awalnya aku tidak menyangka secara nyata aku mengucapkan sumpah jabatan dihadapan kakak ketua gudep, kakak pembina, kakak-kakak anggota racana dan juga tamu undangan termasuk lingkar gudep perti yang hadir kala itu. Hari itu aku sah menjabat Pemangku Adat Puteri Dewan Racana Putera-Puteri Swarnadwipa masa bakti 2016 bersama Kak Anggre Saptaria Saputra selaku Ketua Putera, Kak Mardhi Wardiansyah  selaku Sekretaris Putera, Kak Pratama Rahmatullah selaku Bendahara Putera, Kak Dalli Burhan selaku Pemangku Adat Putera, Kak Tanti Yasri Putri selaku Ketua Puteri, Kak Dona Mutia selaku Sekretaris Puteri, dan terakhir Kak Norma Yulita selaku Bendahara Puteri yang tahun ini kembali dipercaya menjadi dewan racana dengan jabatan Ketua Puteri. Awal setelah dilantik yang ada dalam pikiran adalah rasa menyesal karena setelah memakai pakaian adat itu tanggungjawab mulai berpihak dipundak yang tak sekuat saat ini. Aku lupa...

Aku percaya, hatimu lebih kuat dari aku.

Kapan ??? kapan ??? kemudian ditanya lagi, kapan ??? Kemudian akan ada pertanyaan lagi, kita kapan ??? Kita hari apa ??? Maaf, aku masih membuat hati orang-orang yang aku sayang selalu menunggu. Maaf, bahkan ketika aku tahu bathinmu sakit aku harus tetap membuat kalian menunggu. Maafkan aku -,- Aku akan selalu berusaha meski aku masih terlihat setengah hati. Bersabarlah untukku, kuatlah untukku, tetaplah menjagaku. Dampingi aku ketika aku begitu terlihat lemah, aku akan menggantinya suatu hari nanti. Terus bimbing aku, aku masih selalu ingin mengikuti setiap langkah kakimu. Ketika aku ingin menyerah, tatapanmu yg selalu meluluhkan setiap amarah. Aku janji pertanyaan kapan itu tidak akan lama lagi kita dengar, pertanyaan hari apa untukku itu akan segera aku jawab. Kita akan jawab semuanya. Allah tidak meminta kita untuk tergesa-gesa, Allah masih ingin kita mempersiapkan diri lebih baik lagi dari hari ini. Untuk memintamu bersabar sekali lagi mungkin itu berat untuk kau jawab ta...

Selamat berlalu, maretku. Terimakasih sudah menemani hati.

Maaf baru bisa nulis lagi di blog sekarang dan mohon maaf sudah terlambat. Selamat Ulangtahun Uda. Aku bukan orang yang romantis seperti yang kau harapkan seperti wanita lain diluar sana, aku juga bukan wanita yang cantik sesempurna wanita yang setiap hari kau lihat. Aku tidak bisa menjanjikan kebahagiaanmu bersamaku karena aku tahu Allah SWT akan memberikan banyak warna untuk kita selain warna bahagia tapi aku bisa berjanji melewati setiap masanya bersamamu, melewati waktuku bersamamu, dan menikmati sisa hidup menuju Syurga Allah bersamamu. Andai aku bisa diizinkan memilih oleh takdir, ingin rasanya aku mengatakan segerakan aku menjadi bagian hidupmu. Selamat Ulang Tahun orang yang aku sayang. Disisi lain dari kebahagiaanku adalah ketakutanku tentang umurmu yang sudah semakin berkurang. Semoga Allah senantiasa memberimu sisa-sisa waktu umur agar kau bisa selalu beribadah untuk Syurga-Nya, selalu menjadi panutan orang disekelilingmu. Maaf uda, aku masih diliputi kekurangan bahka...

Ketika ternyata seseorang yang telah pergi adalah dia yang tengah mencoba memberikan arti baru tentang rindu

Terimakasih ketika ternyata yang dulunya selalu ada, yang dulunya selalu merangkul dan yang dulunya selalu membawa kedamaian memilih untuk pergi dan tak ingin berpamitan. Ketika ternyata yang pergi memilih berjalan sendiri. Sebagian orang mungkin saja tidak pernah menyadari adanya pertemuan mereka yang terakhir, waktu mereka terakhir kalinya. Untuk mereka yang telah pergi, ini begitu menyakitkan. Ini begitu memilukan ketika nyatanya dan lagi nyatanya ceritaku bukan harus berakhir seperti ini. Ketika kenyamananku buyar tiba-tiba. Ketika ternyata seseorang yang telah pergi adalah dia yang tengah mencoba memberikan arti baru tentang rindu . . . Terimakasih sudah pernah ada, sudah pernah memberi keteduhan, sudah pernah menenangkan dalam gundah hey kalian yang tak mungkin lagi kembali. Rindu yang baru kurasakan saat kehilangan itu akan menjadi bab baru dalam sebuah catatan harian. N.L